hasil undian kualifikasi world cup 2014 brasil



Jakarta – Pelatih timnas Turkmenistan Hojageldiyev Yazguly mengakui dirinya dan tim terkejut serta takjub dengan dukungan fanatik para suporter Indonesia.

Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga leg kedua pra-Piala Dunia menghadapi Turkmenistan yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan skor tipis 4-3 (agregat 5-4). Dengan demikian, Pasukan Garuda berhak melaju ke babak ketiga zona penyisihan Asia.

Dengan dukungan ribuan pendukung setianya yang memadati Stadon Utama Gelora Bung Karno, Indonesia tampil perkasa dan mampu unggul tiga gol tanpa balas di babak pertama. Akan tetapi, karena kehilangan konsentrasi, Pasukan Merah Putih malah kebobolan tiga gol di babak kedua dan hanya mampu mencetak satu gol tambahan.

Antusiasme dan dukungan tiada henti yang terus disuarakan para pendukung timnas sepanjang pertandingan, mendapatkan apresiasi dari pelatih Turkmenistan Hojageldiyev. Dia mengaku ini adalah kali pertamanya dirinya melihat dukungan sebesar itu.

“Para fans Indonesia sangat luar biasa. Untuk pertama kalinya saya melihat hal itu. Kami juga menganggap bahwa suporter Indonesia adalah pemain ke 12 bagi mereka,” ungkapnya.



Selasa, 09 Agustus 2011

Ujicoba Kontra Palestina Dihantui Kendala



Ujicoba Kontra Palestina Dihantui Kendala
Headline
inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh: Anry Dhanniary
Bola - Rabu, 10 Agustus 2011 | 09:35 WIB
TERKAIT
Powered by Translate
INILAH.COM, Jakarta - Timnas Indonesia akhirnya menemukan lawan latih tanding dalam persiapan mereka menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2014, tapi ternyata masih ada masalah yang menghantui.

Setelah Yordania sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya melawan Indonesia pada 27 Agustus di Amman, Firman Utina cs juga akan menghadapi Palestina beberapa hari sebelumnya, tapi jadwal laga masih menjadi kendala.

"Palestina sudah menyatakan siap bertanding di Indonesia. Namun, mereka mengajukan pertandingan tersebut digelar pada 24 Agustus 2011," ujar sekjen PSSI, Tri Goestoro.

Tanggal tersebut dinilai PSSI terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan timnas ke Yordania, oleh karena itu upaya untuk memajukan laga ke tanggal 22 Agustus sedang diupayakan para pengurus.

"Kita sudah mengirimkan surat resmi kepada Federasi Palestina terkait perubahan jadwal pertandingan ini. Selain itu, malam nanti saya juga akan bertemu langsung dengan Dubes Palestina untuk Indonesia, dalam pertemuan itu juga akan kita sampaikan permintaan untuk memajukan jadwal pertandingan,” jelas Tri Goestoro.

Terkait dimana laga tersebut akan digelar, Tri juga menyatakan belum diputuskan. Sejauh ini dua tempat menjadi pertimbangan yaitu Stadion Manahan, Solo atau Jalak Harupat, Bandung.
Headline

Powered by Translate
INILAH.COM, Jakarta - Timnas Indonesia akhirnya menemukan lawan latih tanding dalam persiapan mereka menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2014, tapi ternyata masih ada masalah yang menghantui.

Setelah Yordania sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya melawan Indonesia pada 27 Agustus di Amman, Firman Utina cs juga akan menghadapi Palestina beberapa hari sebelumnya, tapi jadwal laga masih menjadi kendala.

"Palestina sudah menyatakan siap bertanding di Indonesia. Namun, mereka mengajukan pertandingan tersebut digelar pada 24 Agustus 2011," ujar sekjen PSSI, Tri Goestoro.

Tanggal tersebut dinilai PSSI terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan timnas ke Yordania, oleh karena itu upaya untuk memajukan laga ke tanggal 22 Agustus sedang diupayakan para pengurus.

"Kita sudah mengirimkan surat resmi kepada Federasi Palestina terkait perubahan jadwal pertandingan ini. Selain itu, malam nanti saya juga akan bertemu langsung dengan Dubes Palestina untuk Indonesia, dalam pertemuan itu juga akan kita sampaikan permintaan untuk memajukan jadwal pertandingan,” jelas Tri Goestoro.

Terkait dimana laga tersebut akan digelar, Tri juga menyatakan belum diputuskan. Sejauh ini dua tempat menjadi pertimbangan yaitu Stadion Manahan, Solo atau Jalak Harupat, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar